Seperti dikutip via Techcrunch (12/09), cara kerja alat 'modifikasi' ini cukup sederhana. Cukup tempelkan ke bagian dada untuk mendengar detak jantung dari orang/pasien. Maka data akan diolah dan dikirim ke server. Selanjutnya aplikasi yang sudah tertanam akan memberi tahu diagnosa apa yang sedang terjadi pada tubuh si pasien tersebut. Alat ini diklaim sangat membantu bagi para penderita pneumonia, dimana jenis penyakit ini banyak ditemui di negara berkembang.
Perangkat StethoCloud ini dijual dengan harga relatif murah, yakni USD 20 atau sekitar Rp 200 ribu. Setidaknya penemuan ke empat mahasiswa dari Australia ini bisa membuka mata bahwa ponsel pintar tak hanya digunakan untuk bermain game, browsing maupun mendengarkan musik, tapi juga bermanfaat untuk dunia kesehatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar